Passpor RI

Penggantian Paspor

Paspor RI (SPRI) yang perlu diganti adalah:

  • Paspor yang telah habis masa berlakunya
  • Paspor yang habis halamannya.
  • Paspor yang hilang dengan disertai keterangan dari Polisi setempat dan foto kopi paspor.

Persyaratan Umum:

  • Pembuatan SPRI baru dapat dilakukan paling cepat 6 (enam) bulan sebelum habis masa berlakunya.
  • Pembuatan Paspor RI yang baru tidak bisa diwakilkan kepada orang lain atau melalui pos, melainkan harus dilakukan oleh si pemilik/pemegang paspor RI itu sendiri dan datang langsung ke KBRI Dhaka.
  • Pemohon dapat datang langsung ke KBRI Dhaka pada setiap hari kerja antara jam 09.30-12.30.
  • Mengisi Formulir Imigrasi RI (Perdim 14) secara lengkap dengan huruf cetak, ditempel foto terakhir pemohon, dibubuhi cap jempol jari kanan pada kolom yang tersedia dan ditandatangani sendiri oleh pemohon. Tanda tangan harus sesuai dengan yang tertera di paspor, dan tidak boleh atas nama atau diwakilkan kepada orang lain.
  • Melampirkan foto kopi identitas diri (KTP/IC/lainnya)
  • Melampirkan foto kopi akte kelahiran/surat nikah/ijazah.
  • Melampirkan pas-foto sebanyak 4 (empat) lembar ukuran 4 X 6 cm, dengan latar belakang merah (sesuai Peraturan Dokumen Perjalanan RI).
  • Membawa SPRI lama (paspor habis masa berlaku, habis halaman atau rusak) atau foto kopi SPRI lama (paspor hilang atau rusak)
  • Proses pembuatan Paspor RI Baru memakan waktu 3 (tiga) hari kerja, kecuali dalam keadaan tertentu, proses pembuatan paspor baru bisa memakan waktu lebih lama.

Biaya Pengurusan Paspor:

  • Paspor biasa 48 halaman untuk WNI perorangan: Tk. 3230
  • Paspor biasa 48 halaman pengganti yang hilang/rusak yang masih berlaku disebabkan karena kelalaian: Tk.5780
  • Paspor biasa 48 halaman pengganti yang hilang/rusak yang masih berlaku disebabkan karena bencana alam/force majeure: Tk. 3230

Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP)

SPLP adalah dokumen perjalanan yang dikeluarkan oleh Perwakilan RI di luar negeri untuk WNI yang paspornya hilang/rusak dan akan kembali ke Indonesia.

SPLP digunakan agar WNI dapat melakukan perjalanan kembali ke Indonesia. Masa berlaku SPLP lebih pendek daripada paspor dan hanya dapat diperpanjang satu kali.

Persyaratan Umum:

  • Mengisi formulir paspor/SPLP
  • Membawa laporan polisi/general diary (untuk paspor hilang)
  • Membawa paspor lama yang telah rusak (bila memungkinkan)
  • Membawa photokopi paspor (untuk paspor hilang)
  • Membawa bukti minimal dua buah dokumen bukti kewarganegaraan Indonesia (KTP, akte kelahiran, ijazah, kartu keluarga)
  • Memiliki keluarga yang dapat dihubungi di Indonesia

Biaya Pengurusan SPLP:

Biaya pengurusan SPLP adalah sebesar: USD 5/BDT 425/NPR 430

INKA_20 Juni 2017_3 On June 20, 2017, PT INKA from Indonesia signed a contract for the procurement of 50 BG (Broad Gauge) train carriages with Bangladesh Railway. PT INKA is represented by its President Director, Agus H....
Image_Inka_11_Juni_2017_yp6tfd   PT INKA for the second time this year again managed to win the tender procurement of train carriages in Bangladesh. In a tender held on 11 June 2017, PT INKA beat rivals, Rites...
20150820_133239_resized The Bangladeshi Authority has granted approval for Sriwijaya Air to open Jakarta-Dhaka route pp. In the meantime, the frequency of flights will be 4 times a week, the schedule of which will be determined...
Bangabhaban Photo 18-07-2017-Credential by Indonesia (3) The Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary of the Republic of Indonesia to Bangladesh, HE Mrs. Rina P. Soemarno, has officially submitted her Letter of Credence on 18 July 2017. The Letter was submitted to the...
WhatsApp Image 2017-06-26 at 07.50.04 The Indonesian Embassy in Dhaka organizes an Eid prayer on 1 Syawal 1438 H on 26 June 2017. The prayer iss observed by around 100 people comprising elements of the Indonesian communities and representatives...
4G6A6027 “The main objectives of my duties in Bangladesh are increasing the economic relation with Bangladesh and protecting the Indonesian citizen in the country”, is what is stressed by H.E. Mrs. Rina P. Soemarno during...